Lampaui Pokemon Go, Among Us Dimainkan 500 Juta Orang Sebulan

TEKNO - Popularitas game Among Us meningkat di tengah pandemi Covid-19. Game besutan Innersloth ini berhasil memecahkan rekor sebagai game mobile dengan jumlah pemain aktif terbanyak dalam satu bulan.

Berdasarkan riset dari lembaga SuperData Nielsen, Among Us tercatat dimainkan oleh 500 juta pemain pada November 2020 lalu. Jumlah tersebut, lebih tinggi dari sejumlah game mobile populer lainnya seperti Pokemon Go dan Candy Crash Saga.

Tingginya angka tersebut tak lepas dari pandemi Covid-19, yang membuat banyak orang menghabiskan waktunya di rumah. Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah bermain game, termasuk Among Us.

Angka tersebut dihitung berdasarkan jumlah pengguna yang aktif memainkan Among Us di platform mobile dan PC.

Kendati demikian, jumlah pemain PC hanya menyumbang tiga persen dari keseluruhan pengguna aktif Among Us. Artinya, sebagian besar pemain Among Us berasal dari perangkat mobile.

Analis dari SuperData, Carter Rogers, mengatakan bahwa game terpopuler kedua setelah Among Us hanya memiliki 300 juta pemain aktif tiap bulannya.

Dihimpun KompasTekno dari CNet, Jumat (25/12/2020), Among Us juga meraup pendapatan bulanan yang cukup besar, yakni hingga 11 miliar dollar AS (sekitar Rp 156,8 triliun) selama November 2020.

Seperti game online pada umumnya, Among Us juga menyediakan konten berbayar. Adapun benefit yang didapatkan dari konten tersebut adalah pemain dapat menghilangkan iklan serta hadirnya pet (hewan peliharaan), yang akan menemani pemain di sepanjang permainan.

Game Among Us sendiri sebenarnya sudah diluncurkan sejak Juni 2018 lalu. Namun, dalam dua tahun terakhir, game ini bisa dibilang tidak banyak mendapat perhatian dari para pemain.

Popularitas Among Us meroket beberapa bulan lalu lantaran banyaknya streamer Twitch dan YouTuber gaming yang memainkan Among Us di kanal mereka masing-masing.

Among Us bisa diunduh secara gratis di toko aplikasi Google Play Store (Android) dan Apple App Store (iOS). Sementara untuk versi PC, pengguna harus membayar 5 dollar AS (sekitar Rp 70.000) untuk mengunduh via Steam.

[Source: Kompas]