Kemhan AS Hentikan Kerja Sama, Tim Transisi Biden Geram

WASHINGTON DC – Menteri Pertahanan Amerika Serikat ( AS) Chris Miller memerintahkan seluruh staf di Kementerian Pertahanan AS untuk menghentikan kerja sama dengan tim transisi Presiden terpilih AS Joe Biden.

Kabar tersebut merupakan laporan yang diterbitkan oleh Axios mengutip seorang sumber yang tak ingin diungkapkan identitasnya pada Jumat (18/12/2020).

Miller memerintahkan para pejabat dan staf di Pentagon untuk membatalkan semua pertemuan yang dijadwalkan digelar pada Kamis (17/12/2020) malam waktu setempat.

Tidak jelas apakah langkah itu atas arahan Presiden AS Donald Trump yang lengser keprabon atau restu dari Trump atas inisiasi Miller sendiri sebagaimana dilansir dari Anadolu Agency.

Pembatalan tersebut terjadi saat tim transisi Biden terus mengadakan pertemuan dengan seluruh badan pemerintah AS untuk memastikan transisi kekuasaan yang tertib.

Seorang pejabat senior di Pentagon, yang meminta identitasnya untuk dirahasiakan, tidak menyangkal kabar mengenai Miller yang mengeluarkan arahan pembatalan pertemuan tersebut.

"Kami memiliki kurang dari 24 pertemuan (dengan timtransisi Biden) yang tersisa hingga pekan depan," kata pejabat itu kepada Axios.

Di sisi lain, tim transisi Biden memperingatkan adanya risiko terhadap keamanan nasional setelah Pentagon tiba-tiba menghentikan pengarahan untuk tim transisi.

Yohannes Abraham, direktur eksekutif untuk tim transisi Biden, mengaku prihatin ketika mengetahui penghentian yang mendadak mengenai kerja sama antara Pentagon dengan tim transisi Biden.

Abraham menambahkan, beberapa pejabat politik Trump di Kementerian Pertahanan AS baru-baru ini berhenti bekerja sama dengan timnya sebagaimana dilansir dari CGTN, Sabtu (19/12/2020).

Pada Jumat, Miller mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa beberapa pertemuan dengan tim transisi Biden telah dijadwalkan ulang.

Pihaknya menolak bahwa pertemuan dengan tim transisi Biden dibatalkan atau ditolak.

src

Dia menambahkan, Kementerian Pertahanan AS dan tim transisi Biden telah setuju untuk jeda dua pekan dalam diskusi selama periode liburan Desember.

Abraham menyangkal pernyataan  Miller tersebut dan mengatakan itu tidak benar.

"Tidak ada waktu liburan yang disepakati bersama," kata Abraham kepada wartawan.

Dia memperingatkan bahwa kegagalan untuk bekerja sama dapat memiliki konsekuensi yang jauh melampaui pelantikan Biden pada Januari 2021.

[Source: Kompas]