[KABAR DUNIA SEPEKAN] Sahar Tabar Jadi “Zombie Angelina Jolie | Varian Baru Covid-19 Tak Terkendali

GLOBAL - Sahar Tabar, seorang influencer di Instagram menjadi pemberitaan karena dia dipenjara oleh otoritas Iran selama 10 tahun.

Dia dianggap "memberikan pengaruh buruk" bagi generas muda karena penampilannya, di mana dia mengubah wajahnya seperti "zombie" Angelina Jolie.

Kemudian dari Inggris, menteri kesehatan menyatakan bahwa varian baru Covid-19 yang menghantam negaranya menyebar tak terkendali.

Kedua artikel itu bisa Anda baca bersama dengan pemberitaan lainnya dalam kabar dunia sepekan sejak Selasa (15/12/2020) hingga Senin ini (21/12/2020).

1. Sahar Tabar Sebelum dan Sesudah Jadi " Zombie Angelina Jolie", Berikut Profilnya..

Nama Sahar Tabar kembali mencuat belakangan ini, setelah gadis Iran berjuluk " zombie Angelina Jolie" tersebut dipenjara selama 10 tahun.

Dalam vonis yang dijatuhkan kepadanya pada 12 Desember, Sahar dianggap sudah meracuni generasi muda dan melecehkan status Republik Islam Iran.

Sahar dikenal gemar melakukan sejumlah operasi plastik, yang membuat bentuk wajahnya menjadi seperti yang dikenal saat ini.

Penasaran dengan wajah Sahar Tabar sebelumnya, Anda bisa menyimaknya di sini.

2. Joe Biden Resmi Menang Pilpres AS, Langsung Sindir Trump

Presiden terpilih AS Joe Biden langsung melayangkan sindiran kepada petahana Donald Trump setelah resmi memenangkan pemilihan presiden.

Biden resmi menjadi presiden ke-46 AS setelah Dewan Elektoral mengonfirmasinya, di mana dia meraup 306 suara elektoral berbanding 232 milik Trump.

Selama ini, Trump bersikukuh bahwa kemenangan Biden di Pilpres AS tidak sah, dan berkali-kali mengajukan gugatan hukum yang kandas.

Seperti apa sindiran Biden kepada rival politiknya tersebut, Anda bisa membacanya secara lengkap di sini.

3. Mengapa Negara-negara Arab Kini secara Resmi Mengakui Israel?

Daftar negara Arab yang kini memberikan pengakuan kepada Israel bertambah, setelah Kerajaan Maroko mengumumkan normalisasi hubungan diplomatik.

Maroko sebenarnya mempunyai kantor penghubung di Tel Aviv, namun menutupnya pada 2002 saat Intifada Palestina berkecamuk.

Hal itu dilakukan sebagai imbalan atas pengakuan Washington atas kedaulatan Maroko atas wilayah sengketa Sahara Barat. Sesuatu yang menurut PBB bukan bagian dari wilayah Maroko.

Organisasi think tank Australian Strategic Policy Institute memberikan ulasan mengapa kini banyak negara yang menormalisasi relasi dengan Israel.

Penasaran dengan ulasannya seperti apa, silakan Anda baca di sini.

4. Mutilasi Ibunya Hidup-hidup, Selebgram Ini Tertawa di Pengadilan

Seorang selebgram di Moldova tertawa dan berbuat seenaknya setelah menikam dan kemudian mengeluarkan organ dalam dari ibunya hidup-hidup.

Dalam video yang beredar di internet, pelaku yang bernama Anna Leikovic itu berbaring dan berdiri di atas bangku ketika sidang digelar.

Dia dituding membunuh ibunya secara keji, serta kemudian dengan tenang pergi mandi dan menemui pacarnya seolah tak terjadi apapun.

Seperti apa kejahatan yang dilakukan oleh selebgram itu kepada si ibu, silakan Anda baca selengkapnya di sini.

5. Biden Buat Gebrakan Lagi, Calonkan Suku Asli Amerika Jadi Mendagri AS

Presiden terpilih AS Joe Biden kembali membuat gebrakan dalam pemerintahannya, dengan menominasikan perempuan suku Indian sebagai calon menteri dalam negeri.

Kandidat yang disorot itu adalah Deb Haaland, politisi yang kini berstatus anggota DPR AS dari daerah pemilihan New Mexico.

Jika Kongres memutuskannya, Haaland bakal menjadi perempuan pertama dari suku asli Amerika yang menempati posisi menteri AS.

Penasaran dengan sosoknya seperti apa, silakan Anda membacanya dengan lengkap di sini.

6. Menkes Inggris: Varian Baru Virus Corona Tak Terkendali

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancoc menyatakan, virus corona jenis baru yang tengah melanda negaranya saat ini menyebar tak terkendali.

Karena itu, pemerintah "Negeri Ratu Elizabeth" terpaksa menerapkan lockdown ketat selama Natal baik di ibu kota London hingga kawasan tenggara.

Menkes Hancock juga memperingatkan, aturan-aturan ketat bisa tetap berlaku sampai vaksin Covid-19 disuntikkan sepenuhnya.

Seperti apa pernyataan lengkap si menkes, silakan Anda baca di sini.

[Source: Kompas]