Berkendara Jarak Jauh Jangan Hanya Ingin Cepat Sampai

JAKARTA - Meski di tengah pandemi Covid-19, tidak menghalangi masyarakat untuk melakukan perjalanan bersama keluarga di momen akhir tahun ini.

Untuk menghindari penyebaran virus Corona, tidak sedikit yang kemudian memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk melakukan perjalanan jarak jauh bersama anggota keluarga.

Ketika melakukan perjalanan, segala sesuatunya sebaiknya dipersiapkan dengan matang. Tidak hanya kondisi kendaraan yang akan digunakan saja, tetapi juga cara menjaga mood selama di dalam perjalanan.

Terlebih suasana hati pengemudi yang harus tetap terjaga agar selama mengemudi tetap nyaman dan aman.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia ( SDCI) Sony Susmana mengatakan, untuk menjaga mood selama perjalanan ada yang hal yang perlu dihindari yakni memasang target waktu perjalanan.

Ilustrasi mengemudiSHUTTERSTOCK Ilustrasi mengemudi

Kata Sony, ketika seseorang sudah mematok waktu perjalanan untuk sampai di tempat tujuan justru hal itu bisa mengganggu suasana hati selama perjalanan.

“Ketika berkendara dan ada keinginan untuk cepat sampai itu akan mengganggu mood, sebaiknya selama berkendara tetap menjaga kecepatan dan mengikuti aturan lalu lintas yang berlaku,” ujar Sony kepada Kompas.com, Jumat (25/12/2020).

Menurutnya, ketika pengemudi memasang target cepat tiba di lokasi dalam waktu tertentu akan berpengaruh terhadap psikis dan bisa membuat pengemudi menjadi stres.

Apalagi, jika ternyata waktu perjalanan tidak sesuai dengan target yang diharapkan.

“Selama perjalanan kan tidak bisa diprediksi apa yang akan terjadi, misalkan saja terjebak dalam kepadatan lalu lintas atau mengalami kendala yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Maka dari itu, Sony pun menyarankan, agar ketika melakukan perjalanan jarak jauh untuk berlibur tidak perlu memasang target cepat sampai.

“Jangan memaksakan diri mengemudi untuk segera sampai di tujuan, target sampai itu bisa membuat pengemudi menjadi stres,” tuturya.

Di tengah jalanan padat di kawasan Glodok, butuh kewaspadaan tinggi.KompasOtomotif-donny apriliananda Di tengah jalanan padat di kawasan Glodok, butuh kewaspadaan tinggi.

Di samping itu dampak lainnya jika berkendara ingin cepat tiba di lokasi yakni membuat seseorang untuk memaksakan diri meskipun kondisi fisik sudah lelah.

Padahal, memaksakan diri tetap mengemudi dengan kondisi tubuh yang sudah lelah atau mengantuk akan berbahaya.

Sony mengatakan, pengemudi yang sudah merasa mengantuk atau lelah sebaiknya berhenti untuk beristirahat sejenak.

“Jika mengantuk, pengemudi bisa tidur sejenak. Tetapi, sebelum tidur sebaiknya meminum kopi, karena efek dari kopi kan biasanya satu jam setelah meminum,” katanya.

[Source: Kompas]