1 Tahanan Yang Kabur Di Palembang Ditembak Mati Saat Keluar Dari Semak

PALEMBANG - Asril (36), buronan yang kabur dari sel tahanan Polsek Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan, ditembak mati polisi saat tersangka akan ditangkap di tempat persembunyiannya di Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Rabu (23/12/2020).

Tersangka ini diketahui masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi sejak empat bulan lalu, setelah melarikan diri dengan menjebol sel tahanan Polsek Sukarami pada Kamis (9/7/2020) kemarin.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setiyadji mengatakan, pihaknya mendapat informasi keberadaan Asril dari pacar tersangka.

Petugas kemudian melakukan penggerbekan di kawasan Palem Raya, Kabupaten Ogan Ilir.

"Namun ketika di rumah persembunyiannya kami gerebek, tersangka tidak ada. Kemudian kami menyisir di sekitar rumah tersebut," kata Anom saat gelar perkara.

Saat penyisiran berlangsung, tersangka Asril rupanya bersembunyi di semak-semak. Selanjutnya, ia langsung mengeluarkan senjata api rakitan dan berupaya menembak polisi.

"Sehingga petugas langsung mengambil tindakan tegas dan tersangka tewas terkena tembakan di dada. Tersangka sebelumnya sudah ditahan atas kasus curas (perampokan), tapi melarikan diri dari tahanan polsek," ujar Kapolres.

Anom mengungkapkan, dengan tertangkapnya Asril, maka polisi tinggal memburu satu DPO lagi.

Sementara,  tiga tersangka lainnya sudah lebih dulu ditangkap tak lama setelah mereka kabur.

"Dari tersangka Asril ini kami dapatkan senjata api rakitan dan sajam. Satu masih DPO," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak lima tahanan Polsek Sukarami Palembang, Sumatera Selatan, berhasil kabur setelah menjebol plafon atas dengan menggunakan gergaji besi, Kamis (9/7/2020).

Pelarian mereka diketahui petugas piket polsek saat memeriksa sel.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi mengatakan, kelima tahanan tersebut adalah Asril (36) yang terlibat kasus narkoba, Hidayat Saleh (34) kasus pencurian, M Naufal Syakir (24)kasus pencurian dengan kekerasan, Johani (36 ) kasus pencabulan, dan Ahmad Januar (22) kasus narkoba.

Dari hasil penyelidikan sementara, kelima tahanan tersebut kabur sekitar pukul 02.30 WIB.

"Mereka menjebol plafon atas lalu memotong besinya, mereka kabur saat petugas jaga sedang lengah," kata Supriadi dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

[Source: Kompas]